Strategi Pengelolaan Shared Service: Benchmark Strategis Telkom SSC ke SISI (SIG Group)
JAKARTA — Dalam upaya memperkuat sinergi antar BUMN dan meningkatkan efisiensi operasional, PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI) menerima kunjungan benchmark dari Telkom Shared Service Center (SSC) pada 20 januari lalu.
Pertemuan ini difokuskan pada pertukaran perspektif mengenai standarisasi proses bisnis dan transformasi digital dalam pengelolaan shared service di lingkungan holding dan anak usaha.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ade Kurniawan, VP of Sales Marketing SISI. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa peran Shared Service Center (SSC) saat ini telah bergeser dari sekadar fungsi administratif menjadi mesin penggerak bisnis.
“Pengelolaan shared service bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan enabler penting dalam mendukung efektivitas proses bisnis serta memperkuat kolaborasi lintas entitas di dalam grup perusahaan,” ujar Ade Kurniawan.
Senada dengan hal tersebut, Eka Setiawan selaku Senior General Manager dari Telkom Shared Service Center mengungkapkan tujuan strategis di balik kunjungan ini. Beliau menyoroti reputasi Grup SIG dalam mengonsolidasikan layanan internalnya.
“Kami sangat tertarik untuk mendalami bagaimana pengelolaan shared service dijalankan pada level holding dan anak usaha di Grup SIG. Salah satu fokus kami adalah mempelajari pendekatan PT SISI dalam mengelola supplier shared service agar tetap efisien namun tetap berkualitas tinggi,” ungkap Eka.
Dalam sesi pemaparan teknis, terungkap gambaran besar mengenai skala operasional yang dikelola oleh kedua entitas. Dony Eko Ariesanto selaku SM SS Plan, Gov, & Performance Mgt dari PT Telkom menjelaskan bahwa Telkom SSC saat ini mengelola cakupan fungsi yang sangat luas, mulai dari Finance and Risk Management, Human Resources, hingga Procurement.
Dengan dukungan mitra operasional strategis seperti Infomedia, Telkom SSC berhasil menjaga stabilitas pengelolaan sekitar 2 juta transaksi keuangan setiap tahunnya. Fokus utama mereka adalah memastikan integritas risiko tetap terjaga di tengah volume transaksi yang masif.
Di sisi lain, PT SISI menunjukkan model transformasi yang impresif. Jika sebelumnya pengelolaan shared service di lingkungan SIG dilakukan di Filipina, sejak tahun 2019 tanggung jawab tersebut sepenuhnya dialihkan ke Indonesia di bawah kendali SISI.
Layanan yang dikelola mencakup fungsi Finance, Procurement, dan Human Capital dengan volume yang mencapai 3,5 juta transaksi. Angka ini menunjukkan betapa krusialnya peran PT SISI dalam menjaga roda operasional Grup SIG tetap berputar cepat dan akurat.
Dame Yosephine Pardede, perwakilan PT SISI, menyampaikan bahwa kemampuan mengelola jutaan transaksi merupakan hasil dari proses transformasi yang berkelanjutan. Melalui kegiatan benchmark ini, PT SISI dan Telkom SSC optimistis dapat memperkuat fundamental operasional, memperluas perspektif manajerial, serta membuka peluang kolaborasi strategis ke depan.