Sukses Digelar, Workshop COBIT 2019 Perkuat Kompetensi Tata Kelola TI Praktisi Lintas Industri
JAKARTA – Isu tata kelola teknologi informasi (TI) menjadi perhatian utama bagi perusahaan dan instansi publik di awal tahun 2026. Merespons kebutuhan tersebut, rangkaian workshop intensif bertajuk “Digital Governance Transformation: COBIT 2019 for Enterprise & Public Sector” resmi ditutup pada 28 Januari 2026 lalu.
Acara yang berlangsung selama tiga hari di SIGnature Lounge, The East, Jakarta Selatan ini menjadi magnet bagi berbagai praktisi TI, auditor, hingga manajer risiko dari berbagai sektor industri.
Penyelarasan Strategi Bisnis dan Teknologi Informasi
Workshop ini hadir di tengah tuntutan organisasi untuk tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut selaras dengan strategi bisnis (business alignment). Melalui kerangka kerja COBIT 2019, para peserta diajak memahami cara membangun sistem tata kelola yang fleksibel dan dinamis.
Narasumber ahli, Fachlul Infithar (VP of Service Delivery) dan Rahmat Mulyana (Accredited Global Trainer ISACA-APMG), memandu peserta mulai dari pemahaman fundamental hingga simulasi kasus nyata.
“Implementasi COBIT 2019 bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bagi organisasi yang ingin mencapai operational excellence dan kepatuhan yang tinggi,” ujar Rahmat Mulyana.
Sorotan Utama: Dari Teori hingga Praktik Simulasi
Selama tiga hari penyelenggaraan, workshop mencakup agenda krusial yang dirancang untuk membekali para praktisi dengan keahlian teknis, antara lain:
- Deep Dive Framework: Pembahasan mendalam mengenai 5 domain utama COBIT 2019, yaitu Evaluate, Direct, Monitor (EDM), Align, Plan, Organize (APO), Build, Acquire, Implement (BAI), Deliver, Service, Support (DSS), dan Monitor, Evaluate, Assess (MEA).
- Analisis Design Factor: Peserta belajar menentukan prioritas tata kelola berdasarkan karakteristik unik dan profil risiko organisasi masing-masing.
- Networking & Collaborative Learning: Menjadi wadah diskusi bagi praktisi lintas sektor, mulai dari perbankan, BUMN, hingga instansi pemerintah.
Implementasi Nyata dengan Tool Digital FOREST
Salah satu daya tarik utama bagi para praktisi adalah sesi demo dan praktik langsung menggunakan aplikasi FOREST. Tool ini dirancang khusus untuk memudahkan organisasi melakukan penilaian mandiri (self-assessment) terhadap tingkat kematangan (maturity level) TI secara akurat, cepat, dan efisien.
Dengan berakhirnya acara ini, para peserta dibekali dengan Certificate of Completion serta pemahaman praktis yang siap diimplementasikan langsung di instansi masing-masing. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan standar IT Governance secara nasional dan menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan tangguh di Indonesia.