Bagaimana Tren Tata Kelola, Risiko, dan Governance akan Berkembang?

Friday, 24 November 2023

Dalam lanskap bisnis yang semakin kompleks, organisasi menghadapi berbagai tantangan terkait tata kelola, risiko, dan kepatuhan atau biasa dikenal dengan Governance, Risk, and Compliance (GRC). Pengelolaan risiko bisnis tanpa solusi yang komprehensif dan terintegrasi akan menjadi sangat sulit untuk dilakukan. Di sinilah peran dari implementasi GRC dalam proses bisnis.

Governance, Risk, and Compliance (GRC) adalah suatu model koordinasi yang diterapkan untuk membantu perusahaan menerapkan prinsip kerja (principle performance), seperti meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko dan pemborosan pada perusahaan. Dengan penerapan kerangka GRC yang kuat, bisnis dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan, mitigasi potensi risiko, dan mempertahankan keunggulan kompetitif. 

 

Beberapa tren GRC yang dapat mengubah risiko menjadi peluang bahkan keuntungan, berikut di antaranya:

  • Meningkatkan Ketahanan dan Kapabilitas

Melalui pendekatan GRC yang komprehensif, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan mereka terhadap risiko, memastikan kepatuhan terhadap peraturan, meningkatkan efisiensi operasional, melindungi data dan informasi, serta memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pendekatan GRC membantu perusahaan meningkatkan kapabilitas mereka dalam menghadapi tantangan dan mencapai keberhasilan dalam jangka panjang.

  • Dukungan Pengawasan yang Semakin Ketat dari Pihak Ketiga 

Tren GRC membantu pengawasan yang semakin ketat melalui dukungan layanan dari pihak ketiga. Dewasa ini perusahaan semakin mengandalkan layanan pihak ketiga untuk berbagai bidang, seperti manajemen fasilitas, keamanan fisik, hukum, dan dukungan teknis. Menggabungkan layanan pihak ketiga dengan kapasitas internal dapat membuat bisnis menjadi lebih kompetitif dan memanfaatkan keterampilan khusus tanpa membebani tim internal.

Pengawasan yang ketat dari layanan pihak ketiga menjadi penting karena risiko bisnis terus berkembang seiring berjalannya waktu. Risiko dapat berasal dari berbagai pihak dalam rantai pasok, termasuk pemasok, tantangan operasional, masalah finansial, ancaman siber, dan kepatuhan lingkungan.

  • Regulasi ESG diperkuat

Kerangka kerja dan praktik Governance, Risk, and Compliance (GRC) memainkan peran penting dalam implementasi dan dampak peraturan ESG (environment, social, and governance).

Tren GRC akan memainkan peran penting dalam membantu perusahaan mematuhi regulasi, mengelola risiko, melaporkan kinerja ESG, dan mengintegrasikan pertimbangan ESG dalam pengambilan keputusan. Dengan adopsi GRC yang efektif, perusahaan dapat memperkuat ketahanan dan kapabilitas mereka dalam menghadapi tuntutan regulasi ESG yang semakin diperkuat.

 

Dengan menerapkan kerangka GRC yang komprehensif, organisasi dapat mencapai tata kelola yang lebih baik, meminimalkan risiko, memastikan kepatuhan, dan mendorong kesuksesan bisnis secara keseluruhan. GRC memberikan pendekatan holistik untuk mengelola interaksi yang kompleks untuk menavigasi tantangan bisnis yang semakin dinamis.

Penerapan GRC melibatkan pengumpulan, analisis, dan pengelolaan sejumlah besar data terkait tata kelola, risiko, dan kepatuhan. Teknologi memungkinkan bisnis untuk memusatkan dan menyimpan data ini secara terstruktur.