Ketahui Profitabilitas Perusahaan melalui Perhitungan EBITDA

Monday, 14 August 2023

Tentu para pelaku bisnis maupun pelaksana bisnis saat ini sudah tidak asing lagi dengan istilah EBITDA. Istilah EBITDA dapat dipahami sebagai laba perusahaan sebelum dikurangi bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi di mana catatan laba ini dapat digunakan untuk melihat profit perusahaan, meski belum bottom line.

EBITDA fokus pada kinerja operasional bisnis dengan acuan keuntungan bisnis dari kegiatan atau aktivitas inti perusahaan. Secara umum EBITDA berfungsi  sebagai metrik untuk menggambarkan dan menilai profitabilitas perusahaan, serta mengukur kemampuannya untuk membayar pembiayaan di masa depan. Namun dengan beberapa penjelasan diatas masih saja ada beberapa yang belum begitu memahami perbedaan antara EBITDA dan laba kotor.

 

Laba kotor dan EBITDA memiliki sedikit kesamaan, yakni sama-sama menunjukkan laba yang diperoleh perusahaan. Namun, kedua metrik ini ditentukan dengan cara yang berbeda. Laba kotor dan EBITDA adalah metrik keuangan yang mengukur profitabilitas perusahaan dengan menghapus item atau biaya yang berbeda.

Laba kotor muncul pada laporan laba rugi perusahaan dan merupakan laba yang dihasilkan perusahaan setelah dikurangi biaya yang berkaitan dengan pembuatan produk atau penyediaan layanannya. Sedangkan EBITDA adalah ukuran profitabilitas perusahaan yang menunjukkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi. Untuk lebih jelasnya dapat disimak sebagai berikut;

 

Laba Kotor

Dalam pengertiannya, laba kotor adalah pendapatan yang diperoleh perusahaan dikurangi biaya langsung untuk memproduksi produknya atau menyediakan layanannya. Ini untuk mengetahui seberapa baik perusahaan menghasilkan laba dari tenaga kerja dan bahan produksi yang dibutuhkan. Laba kotor tidak termasuk biaya non produksi seperti biaya untuk operasional kantor. Berikut rumus perhitungannya.

Laba Kotor = Pendapatan – Harga Pokok Penjualan

Pendapatan adalah jumlah total pendapatan yang diperoleh dari penjualan dalam satu periode. Pendapatan dianggap sebagai angka penghasilan teratas untuk perusahaan karena terletak di bagian atas laporan laba rugi. Dengan rumus perhitungan tersebut, dapat diketahui laba kotor efektif jika investor ingin menganalisis kinerja keuangan pendapatan dari produksi dan kemampuan manajemen untuk mengelola biaya produksi. Namun, jika tujuannya adalah untuk menganalisis kinerja operasional sambil memasukkan biaya operasional, EBITDA adalah metrik keuangan yang lebih tepat.

 

Perhitungan EBITDA

EBITDA menghapus biaya modal utang dan efek pajaknya dengan menambahkan kembali bunga dan pajak ke laba. Dengan hal Ini EBITDA dapat membantu menunjukkan kinerja operasi perusahaan sebelum memperhitungkan struktur modal, seperti pembiayaan utang. Berikut rumus EBITDA:

EBITDA = Laba Operasional + Depresiasi + Amortisasi

Laba operasional adalah laba kotor setelah dikurangi biaya operasi atau biaya menjalankan bisnis sehari-hari. Laba operasional membantu investor memisahkan laba untuk kinerja operasi perusahaan dengan tidak memperhitungkan bunga dan pajak. Depresiasi adalah penyusutan nilai aset tetap dan Amortisasi merupakan penyusustan aset tidak berwujud selama periode waktu tertentu.

 

Mengapa EBITDA lebih penting dari Laba Kotor?

Dalam konteks ini EBITDA jadi lebih penting dibandingkan mengetahui laba kotor. Hal ini karena EBITDA lebih bermanfaat bagi investor dalam konteks tertentu. Hasil analisa yang diperoleh dari laba kotor berupa kemampuan perusahaan mengubah tenaga kerja dan bahan menjadi laba. Sedangkan EBITDA juga memperhitungkan kinerja operasi perusahaan. EBITDA menghapus bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi dari laba operasional, sementara laba kotor menghapus biaya tenaga kerja dan material dari pendapatan.

Sebagai pelaku usaha atau pelaksana operasional perusahaan, Anda dapat menggunakan laba kotor untuk menentukan seberapa baik perusahaan menghasilkan laba dari tenaga kerja dan bahan langsungnya. Sedangkan EBITDA, dapat Anda gunakan untuk menganalisis dan membandingkan profitabilitas antara perusahaan dan industri.

Perhitungan EBITDA penting untuk dipahami oleh semua bagian dalam perusahaan dan investor. Salah satu tujuan memahami EBITDA adalah agar para pelaku usaha dapat membuat laporan keuangan dengan EBITDA yang lebih baik dan investor pun lebih memahami profitabilitas dan potensi pertumbuhan suatu perusahaan dalam jangka waktu panjang.