Ketahui Jenis-jenis Risiko pada Bisnis Anda!

Friday, 11 November 2022

Risiko usaha adalah sesuatu yang tak terhindarkan saat kita mendirikan bisnis. Meski tak dapat dihindari, risiko bisnis bisa dilacak dan direncanakan cara penyelesaiannya. Untuk itu, penting untuk memahami apa itu risiko atau dan jenis-jenis risiko dalam bisnis. Dengan mengetahui konsep risiko dalam bisnis, maka diharapkan setiap pelaku bisnis telah siap ketika melangkah menjalankan bisnis.

Risiko suatu usaha dapat diartikan sebagai dampak atau konsekuensi yang akan diterima saat berlangsungnya suatu kegiatan bisnis. Jenis dari risiko ini beragam tergantung pada objek yang dihadapi. Berikut beberapa jenis risikonya;

Risiko Strategi
Sesuai dengan namanya, risiko jenis ini melibatkan strategi yang dihadapi oleh para pelaku bisnis. Setiap kegiatan usaha pastinya harus memiliki rancangan strategis yang jelas. Kurang matangnya strategi bisnis akan berakibat pada peningkatan risiko bisnis kedepannya.

Beberapa strategi bisnis ini bisa meliputi banyak hal seperti persaingan pasar dengan produk lain, atau bisa jadi strategi di sisi internal seperti penguatan R&D (research and development) yakni produksi suatu produk maupun strategi pemasaran yang cocok dengan bidang bisnis yang diupayakan. Inovasi pada strategi ini penting untuk keberlangsungan bisnis Anda dan tentunya memberikan sesuatu hal yang baru yang tidak dapat ditemukan oleh kompetitor aplikasi lain. Namun hal yang tak kalah penting Anda harus menyesuaikan keinginan pasar agar lebih mudah diterima.

Risiko kepatuhan
Risiko kepatuhan merupakan risiko yang timbul akibat dari ketidakpatuhan terhadap peraturan, regulasi, atau hukum yang ditetapkan baik secara tertulis maupun tidak tertulis. Risiko ini bisa jadi akan berdampak fatal dan mengalami kerugian yang besar jika Anda lalai.

Selain akan berdampak pada terkena hukum perdata, beberapa hal lain yang bisa saja terjadi bila perusahaan tidak patuh terhadap aturan akan terjadi banyak hal seperti penyitaan seluruh aset untuk membayarkan selisih hutang, pembatasan kegiatan usaha sementara, hingga pencabutan izin usaha. Untuk itu penting untuk diperhatikan segala jenis kepatuhan pada operasional usaha guna menjaga operasional perusahaan tetap berjalan normal seperti biasanya.

Risiko operasional
Kegiatan operasional usaha menjadi jantung dari sebuah kegiatan bisnis. Beberapa kasus risiko operasional yang telah banyak ditemui dapat disebabkan oleh lebih dari satu faktor penyebab seperti kerusakan mesin produksi, human error, dan beberapa kegiatan lain yang tidak efisien dalam kegiatan produksi.

Namun beberapa kasus lainnya, risiko operasional bisa terjadi akibat faktor eksternal seperti adanya bencana alam, kebakaran perusahaan, dan sejenisnya. Sehingga perlu adanya evaluasi kinerja maupun cara mitigasi risiko-risiko tersebut pada proses produksi agar dapat membantu pengusaha untuk dapat berkembang di masa depan. Beberapa hal yang dapat mencegah risiko operasional adalah dengan menggunakan sumber daya manusia (SDM) yang terlatih dan profesional dibidangnya.

Risiko finansial
Kita semua tentu memahami bahwa arus kas masuk dan keluar usaha merupakan urat nadi keuangan sebuah perusahaan. Jika arus kas keluar lebih besar dibandingkan arus kas masuk, maka akan berakibat pada kerugian perusahaan. Seperti contoh ketika Anda melakukan kerjasama berupa letter of credit (perjanjian pembayaran setelah barang telah sampai) yang terabaikan oleh pihak konsumen/telat bayar akan berpotensi terjadinya risiko finansial bagi perusahaan.

Sebagai solusi dalam risiko finansial ini yakni tentukan dengan jelas pengelolaan arus keuangan saat masuk dan keluar. Sistem transaksi jual beli juga harus Anda perhatikan sistem perjanjiannya. Di sisi lain apabila memungkinkan, sebaiknya perusahaan tidak mengambil utang yang besar terhadap pihak ketiga. Ada baiknya pertimbangkan beberapa aset perusahaan yang tidak terpakai apalagi menginginkan ekspansi bisnis yang lebih besar.

Risiko reputasi
Terjadinya transformasi menuju teknologi digital mempercepat perubahan yang terjadi pada customer behaviour, trends, maupun beberapa hal lain yang tidak dapat dibendung oleh pelaku bisnis. Hal ini tentu juga berpengaruh pada cepat tersebar luasnya informasi reputasi perusahaan terhadap kepercayaan publik. Apabila terjadi salah satu kesalahan fatal yang dilakukan perusahaan, maka akan berdampak pada risiko reputasi dengan kerugian yakni ketidakpercayaan pelanggan terhadap bisnis Anda.

Untuk menghindari hal ini terjadi, alangkah baiknya Anda dan seluruh karyawan senantiasa menjaga perilaku baik di dalam maupun di luar perusahaan. Sebaiknya upayakan konsistensi menjaga kualitas produk dan layanan agar tetap prima. Upayakan untuk tetap mempertahankan atau bahkan meningkatkan produk dan layanan yang diberikan pada konsumen agar mereka tetap bertahan dan mengajak lainnya untuk menggunakan jasa Anda.

Risiko akan selalu ada ketika melakukan sebuah kegiatan bisnis. Mengantisipasi dan menangani secara langsung risiko tersebut akan meminimalkan dampak yang dirasakan oleh perusahaan. Mengenali jenis risiko bisnis yang terjadi akan memudahkan perusahaan Anda agar tetap eksis di masa mendatang.

Salah satu cara mengoptimalkan bisnis Anda dari berbagai risiko yang terjadi adalah penggunaan aplikasi teknologi risk management seperti aplikasi Firms. Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang solusi aplikasi ini, hubungi kami segera!