Menilik Perkembangan 5G Terkini di Indonesia

Friday, 19 January 2024

Teknologi 5G telah menjadi topik yang hangat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Indonesia. Perkembangan 5G di Indonesia menarik perhatian banyak orang, baik dari kalangan bisnis, pemerintah, maupun masyarakat umum.

Jaringan 5G secara resmi beroperasi di Indonesia pada bulan Mei 2021. Saat ini jaringan 5G baru beroperasi di beberapa kota diantaranya Jabodetabek, Bandung, Batam, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Surakarta, Denpasar, dan Medan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan regulasi untuk mendorong adopsi 5G di Indonesia. Hal ini termasuk pemberian lisensi 5G kepada operator telekomunikasi untuk membangun infrastruktur 5G di Indonesia. Hingga September lalu terdapat tiga provider jaringan seluler yang menawarkan internet 5G diantaranya Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata

Sebelum diluncurkan, Kementerian Kominfo bersama dengan beberapa penyelenggara telekomunikasi telah melakukan uji coba jaringan 5G sejak 2017 lalu. Beberapa operator telekomunikasi di Indonesia ini telah mengumumkan langkah-langkah dan rencana mereka terkait dengan 5G, seperti Telkomsel dan Smartfren. Kedua operator ini telah melakukan uji coba teknologi 5G di beberapa lokasi di Jakarta dan mendapatkan tambahan spektrum frekuensi Telkomsel juga berencana untuk menyediakan jaringan 5G di sejumlah lokasi di DKI Jakarta.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), telah memastikan bahwa progres pengembangan teknologi 5G terus berlangsung. Dilansir dari laman Kominfo, hingga saat ini tercatat sudah dilakukan 12 kali uji coba 5G, menunjukkan upaya persiapan deployment jaringan telekomunikasi 5G agar ekosistem lebih siap.

 

Implementasi teknologi 5G memiliki beberapa manfaat dibandingkan dengan 4G. Berikut adalah beberapa manfaat implementasi 5G dibandingkan dengan 4G:

Kecepatan yang lebih tinggi

Teknologi 5G menawarkan kecepatan unduh dan unggah yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya seperti 4G. Jaringan 5G menawarkan kecepatan unduh yang mencapai 20 Gbps, sementara 4G mentok di sekitar 1 Gbps.

Latensi yang Rendah

Jaringan 5G memiliki latensi yang sangat rendah sekitar 1 ms, yang 10 kali lebih rendah dari 4G. Latensi sendiri merupakan waktu yang dibutuhkan untuk data bergerak dari satu titik ke titik lain. Dengan latensi yang rendah, pengguna dapat merasakan respons yang lebih cepat saat menggunakan aplikasi dan layanan online, seperti video conference, game online, dan kendaraan otonom.

Kapasitas yang Lebih Besar

Jika dilihat dari kapasitasnya dengan lokasi yang padat penduduk, kecepatan transfer data dalam jaringan 5G juga jauh lebih tinggi daripada 4G, dengan 5G mencapai kecepatan hampir 500 Mbps, sementara 4G hanya mampu mencapai 30 Mbps. Sedangkan dalam kondisi biasa, 4G memiliki kecepatan maksimum mencapai 100 Mbps, sementara 5G mencapai 10 Gbps. 

Dengan beberapa hal ini memungkinkan lebih banyak perangkat terhubung secara bersamaan tanpa mengurangi kecepatan dan kualitas jaringan. Melalui kapasitas jaringan yang lebih besar, 5G dapat mendukung pertumbuhan Internet of Things (IoT) dan konektivitas yang lebih luas. 

Kemampuan untuk mendukung teknologi baru

Perkembangan teknologi 5G membuka peluang baru untuk pengembangan aplikasi dan layanan yang lebih canggih. Misalnya, 5G dapat mendukung pengembangan smart cities, kendaraan otonom, telemedicine, dan augmented reality (AR) yang membutuhkan koneksi yang cepat dan stabil.

 

Implementasi 5G masih dalam tahap awal di Indonesia dan masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, seperti masalah spektrum frekuensi dan peningkatan infrastruktur. Namun, dengan perkembangan yang terus berlanjut, diharapkan teknologi 5G dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia.